Yanuar’s Blog

All about our greatest king and His greatness ^^

The Potter with His Clay

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: “Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.” Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
(Yeremia 18:1-6)

This word came to Jeremiah from the LORD: Rise up, be off to the potter’s house; there I will give you my message. I went down to the potter’s house and there he was, working at the wheel. Whenever the object of clay which he was making turned out badly in his hand, he tried again, making of the clay another object of whatever sort he pleased. Then the word of the Lord came to me: Can I not do to you, house of Israel, as this potter has done? says the LORD. Indeed, like clay in the hand of the potter, so are you in my hand, house of Israel.

(Jeremiah 18:1-6)

Hari ini Gereja memperingati hari Santo Ignatius dari Loyola. Cerita lebih detailnya ada disini.

Dengan firman hari ini, Tuhan mau menunjukkan kepada kita bagaimana Dia bekerja dalam hidup kita. Dianalogikan dengan tukang periuk dan periuknya. Tuhan sebagai tukang periuknya membentuk periuk (manusia) sesuai dgn yg Dia mau. Dan ketika periuk itu sudah jadi, percayalah itu akan menjadi benda yg indah. Seperti hidup kita dimana awal2nya sakit dan sedih dalam proses pembentukannya, tp percayalah akan indah pada akhirnya. ^^

untuk injilnya bisa dibaca di Mat 13:47-53

July 31, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

St. Ignatius dari Loyola

Terlahir dengan nama Inigo de Loyola, pada tahun 1491 di Azpeitia, Basque, propinsi Guipuzcoa, Spanyol, seorang pria yang kita kenal sebagai Santo Ignatius de Loyola adalah putra bungsu dari tiga belas bersaudara. Di usia enam belas tahun ia dikirim untuk bekerja dan menjadi bagian dari rumah seorang bangsawan kaya bernama Juan Velazquez. Karena bekerja di sana sebagai seorang prajurit, ia pun tenggelam dalam kemewahan dan keduniawian yang memang menjadi bagian dari kehidupan para bangsawan, terutama sekali ia sangat menyukai wanita dan perjudian. Pada usia 30 tahun, ketika sedang membela Spanyol dalam sebuah peperangan melawan Prancis, ia mengalami patah sebelah kaki dan cedera berat di kaki yang satunya. Karena mengagumi keberaniannya, para prajurit Prancis membawa Ignatius pulang ke rumahnya, yaitu di Kastil Loyola, dan bukan mengirimnya ke penjara sebagai tawanan perang. Dalam periode penyembuhan yang panjang tersebut ia mengalami rasa bosan dan jenuh, karena sekarang ia yang adalah seorang prajurit tangguh harus berdiam diri tanpa bisa melakukan sesuatu apa pun yang berarti. Ia meminta beberapa novel roman untuk menemaninya melewati waktu. Sayangnya tidak ada buku seperti itu di Kastil Loyola, yang ada justru cerita tentang kehidupan Yesus dan para martir-Nya. Karena bosan, Ignatius pun mulai membacanya. Anehnya, setelah membacanya ia mulai merasakan kedamaian dan ketenangan batin, yang tidak dirasakannya setelah berpesta-pora dengan para wanita atau merasakan kemenangan di meja judi. Peristiwa tersebut bukan hanya permulaan dari pertobatannya, akan tetapi juga permulaan dari apa yang disebut sebagai ‘Spiritual Discernment’, atau ‘Discernment of Spirit’, yang menjadi bagian yang dijelaskannya dalam sebuah latihan rohani, yang sampai sekarang ini kita kenal sebagai ‘Latihan Rohani Santo Ignatius’. Setelah merasa cukup kuat untuk berjalan, ia memutuskan untuk pergi ke Yerusalem, tempat bersejarah yang menjadi saksi peristiwa keselamatan yang dikerjakan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Ignatius harus melalui perjalanan yang sangat panjang sebelum akhirnya meleburkan diri dengan kehidupan biara dan pada akhirnya memimpin sebuah tarekat religius yang kita kenal sebagai Serikat Jesuit (Society of Jesus), yang diresmikan oleh Paus Paulus III pada tanggal 27 September 1540. tarekat tersebut semula bernama Company of Jesus (dalam bahasa Latin bernama Societatis Jesu). Kesukaan Santo Ignatius dalam kehidupannya yang baru adalah mengajar katekumen untuk anak-anak dan memberikan pengarahan kepada muda-mudi dalam Latihan Rohani (Spiritual Exercises). Dalam kehidupannya di dunia ini, Santo Ignatius sempat menyaksikan betapa Serikat Jeuit yang dipimpinnya bertumbuh dengan hebat bermula dari hanya delapan anggota menjadi ribuan. Beberapa dari anggotanya adalah para teolog yang ikut serta dalam Konsili Trente, sebuah event yang memainkan peranan vital dalam gerakan Kontra Reformasi Gereja Katolik. Barangkali sebenarnya Serikat Jesuit berawal dari sekolah yang didirikan oleh Santo Ignatius. Sangat menarik untuk disimak bahwa sebenarnya ia tidak berminat mendirikan sebuah tarekat. Sebelum tahun 1548 Ignatius sudah membuka sekolah-sekolah di Italia, Portugal, Belanda, Spanyol, Jerman dan India. Tujuan dari sekolah-sekolah tersebut sebenarnya adalah untuk melatih para muda-mudi dalam Latihan Rohani yang dikembangkannya. Motto dari Serikat Jesuit yang terkenal adalah ‘Ad Majorem Dei Gloriam’, yang dalam bahasa Indonesia sederhana kira-kira berarti Demi Kebesaran dan Kemuliaan Allah. Salah satu dari kedelapan anggota awal Serikat Jesuit adalah St. Fransiskus Xaverius, cikal-bakal berdirinya Gereja Katolik di Indonesia. St. Ignatius wafat pada tanggal 31 Juli 1556. Beatifikasi Santo Ignatius diberikan pada tanggal 27 Juli 1609, dan pada tanggal 12 Maret 1622 Paus Gregorius XV mengumumkan kanonisasi Santo Ignasius bersama-samaansiskus Xaverius, sebagai Orang Kudus. Gereja Katolik merayakan Santo Ignatius sampai sekarang setiap tanggal 31 Juli setiap tahunnya.

July 31, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Saints | | No Comments Yet

Hal Kerajaan Surga (lagi)

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
(Matius 13:44-46)

“The kingdom of heaven is like a treasure buried in a field, which a person finds and hides again, and out of joy goes and sells all that he has and buys that field. Again, the kingdom of heaven is like a merchant searching for fine pearls. When he finds a pearl of great price, he goes and sells all that he has and buys it.

(Matthew 13:44-46)

Begitu baca injil ini, aku cm terpana dan berkata dlm hati “waw”. Gimana ga waw coba. Org menjual semua miliknya untuk bli tu ladang yg ada harta? Begitulah hal kerajaan surga. Dsini Yesus ingin memperlihatkan kepada kita betapa berharganya harta bernama kerajaan surga sampe org rela melepas semuanya untuk itu. Mari kita belajar dari perumpamaan ini dan mau menyerahkan diri seluruhnya kepada Dia supaya kita dapat beroleh kerajaan surga (dlm hal ini keselamatan). ^^

July 30, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari

Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
(Matius 13:36-43)

Then, dismissing the crowds, he went into the house. His disciples approached him and said, “Explain to us the parable of the weeds in the field.” He said in reply, “He who sows good seed is the Son of Man, the field is the world, the good seed the children of the kingdom. The weeds are the children of the evil one, and the enemy who sows them is the devil. The harvest is the end of the age, and the harvesters are angels. Just as weeds are collected and burned (up) with fire, so will it be at the end of the age. The Son of Man will send his angels, and they will collect out of his kingdom all who cause others to sin and all evildoers. They will throw them into the fiery furnace, where there will be wailing and grinding of teeth. Then the righteous will shine like the sun in the kingdom of their Father. Whoever has ears ought to hear.

(Matthew 13:36-43)

Hari ini Gereja memperingati Santa Martha, saudara Maria dan Lazarus yg dibangkitkan Yesus. Namun demikian, Injil yg dibacakan hari ini tidak mengikuti konteks Martha itu sendiri.

Di dalam injil hari ini Yesus menjelaskan kepada murid2-Nya mengenai perumpamaan lalang di ladang. Seperti yg bisa dibaca, terlihat jelas bahwa pada akhir zaman yg baik dan jahat akan dipisahkan oleh malaikat yg diperintah ma Tuhan. Apakah kita mau menjadi org2 jahat yg dicampakkan ke dapur api, atau mau jadi org2 baik yg bercahaya seperti matahari? Marilah kita merenungkan hal ini. Sudahkah anda bebuat baik (kasih) hari ini? ^^

July 29, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Hal Kerajaan Surga

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.” Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”
(Matius 13:31-35)

He proposed another parable to them. “The kingdom of heaven is like a mustard seed that a person took and sowed in a field. It is the smallest of all the seeds, yet when full-grown it is the largest of plants. It becomes a large bush, and the ‘birds of the sky come and dwell in its branches.’” He spoke to them another parable. “The kingdom of heaven is like yeast that a woman took and mixed with three measures of wheat flour until the whole batch was leavened.” All these things Jesus spoke to the crowds in parables. He spoke to them only in parables, to fulfill what had been said through the prophet: “I will open my mouth in parables, I will announce what has lain hidden from the foundation (of the world).”

(Matthew 13:31-35)

Injil hari ini mengajak kita melalui perumpamaan2 dr Yesus ttg kerajaan surga. Pada perumpamaan pertama ttg biji sesawi, Yesus mau mengajak kita melihat mengenai kerajaan surga yg apabila pertama kli diliat tu ga menarik. Di analogikan biji sesawi yg kecil bgt. Namun bila dibiarkan bertumbuh akan menjadi besar, bahkan lbh besar dr sayuran laen euy. Artinya, walau awalnya tdk begitu menarikdan kecil, namun apabila sudah ditaburkan di hati seseorang akan tumbuh menjadi sesuatu yg menarik dan disukai banyak orang. Biasanya karakter org itu akan terbentuk menyerupai Yesus sendiri. Maukah kita membiarkan hati kita ditabur oleh hal2 mengenai kerajaan surga ini dan menjadi terang bagi sesama? ^^

July 28, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengarTetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
(Matius 13:16-17)

“But blessed are your eyes, because they see, and your ears, because they hear. Amen, I say to you, many prophets and righteous people longed to see what you see but did not see it, and to hear what you hear but did not hear it.

(Matthew 13:16-17)

Hari ini Gereja merayakan pesta St. Yoakim dan St. Anna. Asing gak sie namanya? Hehehe. Buatku jujur aga asing. Mau tau sapa? Bisa klik disini.

Injil hari ini mengajak kita untuk bersyukur atas apa yg kita rasakan sekarang. Penuh dengan kasih karunia. Berbeda dgn zaman para nabi dimana Tuhan menyertai mereka, sekarang zaman dimana Tuhan tinggal di dlm kita. Bukan mnyertai kita dr luar saja. Mari kita merefleksikan diri kita dan belajar bersyukur selalu atas kasih karunia Yesus yg rela disalibkan untuk menebus dosa kita semua dan menyelamatkan kita. Zaman para nabi, ga ada tu yg ky sekarang ini. ^^

July 26, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

St. Anna & St. Yoakim

Santa Anna dan Santo Yoakim adalah orangtua kandung Santa Perawan Maria, Bunda Yesus, Putera Allah. Keduanya dikenal sebagai keturunan raja Daud yang setia menjalankan kewajiban agamanya serta dengan ikhlas mengasihi dan mengabdi Allah dan sesamanya. Oleh karena itu keduanya layak dihadapan Allah turut serta dalam karya keselamatan Allah. Santa Anna dihormati sebagai pelindung kaum ibu, khususnya yang sedang hamil dan sibuk mengurus keluarganya. Pesta : 26 Juli

Diceritakan bahwa sejak perkawinan antara Anna dan Yoakim, tak henti-hentinya Anna mengharapkan karunia Tuhan berupa seorang anak. Cukup lama ia menantikan tibanya karunia Allah itu. Anna sesekali menganggap keadaan dirinya yang tak dapat menghasilkan keturunan itu sebagai hukuman Allah atas dirinya, sebagaimana anggapan umum masyarakat Yahudi pada waktu itu. Karena itu diceritakan bahwa ia tak henti-hentinya tanpa putus asa berdoa kepada Allah agar kenyataan pahit itu ditarik Allah dari padanya. Setiap tahun, Anna dan Yohakim berziarah ke Bait Allah Yerusalem untuk berdoa. Ia berjanji, kalau Tuhan menganugerahkan anak kepadanya, maka anak itu akan dipersembahkan kembali kepada Tuhan.

Suatu hari malaikat Tuhan mengunjungi Anna yang sudah lanjut usia itu membawa warta gembira : ”Tuhan berkenan mendengarkan doa ibu! Ibu akan melahirkan seorang anak perempuan, yang akan membawa sukacita besar bagi seluruh dunia!.” Dengan kegembiraan dan kebahagiaan yang besar, Anna menceritakan warta malaikat Tuhan itu kepada Yoakim.

Setelah genap waktunya, lahirlah seorang anak wanita yang manis. Bayi ini diberi nama Maria, yang kelak akan mengandung putera Allah, Yesus Kristus, Juru Selamat Dunia. Bagi Anna, Maria lebih merupakan buah rahmat Allah daripada buah kodrat manusia. Kelahiran Maria menyemarakkan dan menyucikan kehidupan keluarganya

Orang-orang Yunani mendirikan sebuah basilik khusus di Konstantinopel pada tahun 550 untuk menghormati Santa Anna. Dikalangan Gereja Barat, Paus Gregorius XIII (1572-1585) menggalakkan penghormatan kepada Santa Anna di seluruh Gereja pada tahun 1584.

Nama Yoakim dan Anna sungguh sesuai dengan maksud pilihan Allah. Yoakim berarti ”Persiapan bagi Tuhan”, sedangkan Anna berarti “Rahmat atau Karunia”.

July 26, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Saints | | No Comments Yet

Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
( Matius 20:20-28 )

Then the mother of the sons of Zebedee approached him with her sons and did him homage, wishing to ask him for something. He said to her, “What do you wish?” She answered him, “Command that these two sons of mine sit, one at your right and the other at your left, in your kingdom.” Jesus said in reply, “You do not know what you are asking. Can you drink the cup that I am going to drink?” They said to him, “We can.” He replied, “My cup you will indeed drink, but to sit at my right and at my left (, this) is not mine to give but is for those for whom it has been prepared by my Father.” When the ten heard this, they became indignant at the two brothers. But Jesus summoned them and said, “You know that the rulers of the Gentiles lord it over them, and the great ones make their authority over them felt. But it shall not be so among you. Rather, whoever wishes to be great among you shall be your servant; whoever wishes to be first among you shall be your slave. Just so, the Son of Man did not come to be served but to serve and to give his life as a ransom for many.”

( Matthew 20:20-28 )

Hari ini kita memperingati pesta St. Yakobus rasul. Siapa sih St. Yakobus itu? Lebih jelasnya bs diliat dsini.

Injil hari ini mengajak kita melihat bagaimana ibu dari anak2 Zebedeus datang dan memohon kepada Yesus supaya anak2nya bisa duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus. Dalam artian lebih jelasnya adalah bahwa ibu Zebedeus ini mau anak2nya memiliki kekuasaan, karena saat tu dia percaya bahwa Yesus adalah Mesias yg akan membebaskan bangsa Israel dr penjajahan Roma. 1 hal yg penting yg diajarkan Yesus adalah : “…Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu…” Yesus mengajak kita untuk belajar mengenai bagaimana perihal kekuasaan dalam kerajaan surga. Kalo kita mau menjadi besar, hendaklah kita melayani. Mari kita belajar dan merenungkan Injil hari ini. ^^

July 25, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

St. Yakobus

Santo Yakobus (wafat 44; Bahasa standar Ibrani: יעקב, Yaʿaqov, bahasa Inggris: James), adalah putra dari Zebedeus dan Salome, juga merupakan saudara dari Yohanes.

Ia disebut Yakobus besar untuk membedakannya dengan rasul lainnya yakni Yakobus anak Alfeus. Yakobus tercatat sebagai salah satu 12 rasul yang dipilih Yesus. Menurut Markus 3:17, ia dan saudaranya disebut Boanerges yang berarti anak-anak guruh.

Pada akhir hidupnya, Yakobus dieksekusi mati dengan pedang oleh Raja Herodes (Kisah Para Rasul 12:1-2).

Santo Yakobus, saudara Yohanes, bukan penulis Surat Yakobus dalam Perjanjian Baru.

Santo Yakobus dan Hispania

Walaupun tidak tertulis dalam Kisah Para Rasul dan tidak tertulis dalam tulisan gereja kuno, banyak yang mempercayai Yakobus berangkat menuju Hispania dan menyebarkan ajaran Yesus di sana. Ia mengadakan perjalanan menuju Galicia, Spanyol; Guimarães, Portugal; dan Rates (kini Póvoa de Varzim), Portugal. Di Rates, ia mentahbiskan Santo Petrus dari Rates sebagai uskup pertama di Semenanjung Iberian.

Berdasarkan tradisi masyarakat kuno, pada 2 Januari 40, Santa Maria menunjukkan dirinya kepada Yakobus di pinggir sungai Ebro di Caesaraugusta, ketika ia sedang menyebarkan ajaran di Spanyol. Maria secara tiba-tiba muncul di pilar, dan tempat tersebut kini menjadi Basilika Bunda Pilar Kami (Basilica of Our Lady of the Pillar) di Zaragoza. Kemudian, Yakobus kembali ke Yudea, dan di sana ia dieksekusi mati pada tahun 44. Dalam kisah rakyat tertulis, setelah mati dieksekusi, jenazahnya dibawa oleh malaikat dan dibawa dengan perahu tak berawak ke Iria Flavia, Spanyol.

Setelah kematiannya, dalam kisah rakyat, sosoknya muncul di pihak pasukan Kristen pada Pertempuran Clavijo selama Reconquista, yang selanjutnya disebut matamoros (Pebasmi Moor). Santiago y cierra España (“Santo Yakobus dan bertarung untuk Spanyol”) menjadi sebuah yel pada tentara Spanyol.

Santo Yakobus dan Kerajaan Kongo

Santo yakobus memiliki tempat istimewa pada Kerjaan Kongo di Afrika Tengah, karena memiliki hubungan dalam penyebaran ajaran Kristen di negeri itu pada akhir abad ke-15. Pelaut dan diplomat Portugis membawa ajaran ke Kongo pada 1483. Ketika Raja Afonso I dari Kongo atau dalam bahsa Kongo disebut Mvemba a Nzinga, menghadapi musuh yakni saudaranya sendiri, Mpanzu a Kitima. Dalam pertarungan, Afonso mengaku ia mendapat penglihatan dari Santo Yakobus. Hal ini memaksa pasukan Mpanzu a Kitima mundur dan kemenangan di tangan Afonso. Oleh karena itu, Afonso menetapkan 15 Juli sebagai hari untuk menghormati Yakobus. hari tersebut tetap dirayakan hingga saat ini oleh masyarakat Kongo.

July 25, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Saints | | No Comments Yet

Kolam yang bocor tidak dapat menahan air.

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN. Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian. Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna. Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman TUHAN. Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.
(Yeremia 2:1-2. 7-8. 12-13)

This word of the LORD came to me: Go, cry out this message for Jerusalem to hear! I remember the devotion of your youth, how you loved me as a bride, Following me in the desert, in a land unsown. Sacred to the LORD was Israel, the first fruits of his harvest; Should anyone presume to partake of them, evil would befall him, says the LORD. When I brought you into the garden land to eat its goodly fruits, You entered and defiled my land, you made my heritage loathsome. The priests asked not, “Where is the LORD?” Those who dealt with the law knew me not: the shepherds rebelled against me. The prophets prophesied by Baal, and went after useless idols. Amazed at this, O heavens, and shudder with sheer horror, says the LORD. Two evils have my people done: they have forsaken me, the source of living waters; They have dug themselves cisterns, broken cisterns, that hold no water.

(Jeremiah 2:1-3. 7-8. 12-13)

Hari ini aku ga bahas mengenai Injil. Aku ambil dr bacaan pertama di kitab nabi Yeremia. Allah berfirman kepada umat-Nya melalui Yeremia, dimana Allah mau warning umat-Nya waktu itu. Meminta umat-Nya menyadari kesalahan mereka. Meminta mereka mengingat bagaimana Allah menuntun mereka keluar dr perbudakan dan menuju tanah terjanji. Tapi balasannya mereka tu malah meninggalkan Allah dan membuat kolam bocor. Maxud dr kolam bocor ini adalah bahwa air kehidupan yg dicurahkan Allah tidak bisa tertampung oleh mereka karena kolam mereka bocor. Kolam yg dimaxud dsini adalah hati kita, dimana kasih Allah tidak kita tampung atau dgn kata laennya dicuekin. Seringkali dalam hidup kita pun kita seperti itu. Ketika meminta tolong sm Tuhan tu berdoa trus, tp pas semuanya sudah damai2 aj, kita mulai melupakan Dia. Mari kita belajar dr warning nabi Yeremia ini dan membuat kolam yg ga bocor dan bisa menampung cinta Allah untuk kemudian dibagikan ke sesama kita. ^^

Injil hari ini bisa dibaca di Matius 13:10-17

July 24, 2008 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet