The Man After God’s Own Heart
Alllah menyebut Daud sebagai orang yang berkenan dihati-Nya [Kis 13:22a]. Alkitab mencatat bahwa Allah telah menyuruh nabi Samuel untuk pergi ke rumah Isai dan mengurapi salah seorang dari anaknya menjadi raja. Samuel melihat penampilan anak-anak Isai yang kelihatan gagah dan pantas untuk menjadi raja bagi Israel. Secara manusia kita juga melihat dari penampilan luar untuk menilai seseorang, namun Allah melihat jauh sampai kedalam hati. Apa yang istimewa dari Daud sehingga Allah menyebut dia sebagai seorang yang berkenan dihati-Nya? Kis 13:22b mencatat bahwa Daud seorang yang melakukan segala kehendak Allah.
Allah mencari orang yang melakukan segala kehendakNya.
1. Daud memiliki kasih kepada umat Tuhan
Rahasia lain mengenai hati Daud: dia adalah seorang gembala yang baik, yang menyertai induk domba pada saat melahirkan, yang merupakan saat yang kritis, di mana induk domba tidak dapat melarikan diri jika ada binatang buas yang menyerangnya [Mzm 78:71-72]. Allah mencari orang yang bertanggung jawab untuk memperhatikan, memelihara dan menjaga umat-Nya.
2. Daud memiliki semangat untuk memuliakan nama Tuhan
Daud tidak akan membiarkan seorang pun menghina nama Tuhan. Pada saat Goliat menghina nama Tuhan, dia tidak dapat tahan dan maju untuk menantang Goliat, dan membunuhnya. Daud tidak hanya tahu bahwa Goliat seorang yang tinggi, gagah dan besar namun dia juga menyadari betapa besar Allah yang dia sembah.
3.Daud sangat merindukan hadirat Tuhan
Semua orang mempunyai kerinduan yang berbeda. Daud memiliki kerinduan untuk diam di rumah Tuhan seumur hidupnya dan menikmati kasihNya [Mzm 27:4]. Daud adalah seorang yang jujur dan rendah hati yang tidak mencari kedudukan ataupun harta kekayaan namun dia lebih suka mencari hadirat Tuhan. Ketiga alasan tersebut di atas telah membuat Daud berkenan menjadi seorang yang berkenan di hati Allah.
Dua atribut khusus dari pribadi Daud:
1. Ia turun dan memimpin segala gerakan orang Israel dan orang Yehuda [1 Sam 18: 16].
Daud selalu menyertai rakyatnya dalam segala gerakan mereka. Hal yang sama seperti Yesus yang telah turun ke dunia untuk menyertai kita.
2. Daud bersikap bijaksana [1 Sam 18:5,30].
Daud melakukan segala hal dengan baik di saat ada orang memperhatikan maupun di saat tidak ada orang yang memperhatikan. Kol 3:23 menasihatkan kita untuk mengerjakan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Daud juga memiliki hati yang lembut sehingga dia mampu bekerja sama dengan Allah dalam segala hal. Daud adalah seorang manusia, yang tidak sempurna dan berdosa karena perzinahan. Namun ketika Allah berbicara dan menegurnya lewat nabi Natan, Daud segera bertobat dan menyesali dosanya. Raja Saul dan raja Daud, dua-duanya dipilih dan diurapi oleh Tuhan, namun kehidupan raja Saul berakhir dengan tragis. Kesalahan Saul yang pertama adalah melanggar batas dengan mempersembahkan korban kepada Tuhan yang seharusnya dilakukan oleh Samuel. Saul tidak menaati Tuhan dan menyimpan baginya rampasan dari orang Filistin 1 Sam 15. Hal lain yang dilakukannya adalah pergi mencari tukang tenung. Saul selalu memberikan alasan ketika ditegur Allah. Saul takut kepada manusia namun Daud takut akan Tuhan. Mat 1
mencatat bahwa Yesus adalah keturunan Daud. Ketidaktaatan akan menghasilkan pemberontakan. Allah mencari seorang yang berkenan di hatinya.
Ketaatan menghasilkan hal yang baik namun ketidaktaaatan membawa kebinasaan [Yes 1:19-20].
Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban. Amsal 21:3
Dare to be this age’s David? Orang yg begitu berkenan dihadapan Tuhan. Td baru ntn filmnya di DVD. Bagiku luar biasa. Bagaimana Daud dibentuk ma Tuhan. Betapa besar pula kesetiaannya untuk tetep stay ma Tuhan. ^^
Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan
Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
( Matius 12:1-8 )
At that time Jesus was going through a field of grain on the sabbath. His disciples were hungry and began to pick the heads 2 of grain and eat them. When the Pharisees saw this, they said to him, “See, your disciples are doing what is unlawful to do on the sabbath.” He said to them, “Have you not read what David did when he and his companions were hungry, how he went into the house of God and ate the bread of offering, which neither he nor his companions but only the priests could lawfully eat? Or have you not read in the law that on the sabbath the priests serving in the temple violate the sabbath and are innocent? I say to you, something greater than the temple is here. If you knew what this meant, ‘I desire mercy, not sacrifice,’ you would not have condemned these innocent men. For the Son of Man is Lord of the sabbath.”
( Matthew 12:1-8 )
Injil hr ini mencoba mengajak kita untukbelajar bahwa Tuhan lebih menghargai bagaimana manusia lebih mengutamakan sesama dibandingkan dgn hukum, alias cinta kasih. Seringkali dalam hidup pelayanan kita, kita seringkali mementingkan hal2 yg teknis dan bersikap terlalu profesional. Sehingga kita seringkali meninggalkan aspek kasih itu sendiri. Tidak mentolerir sedikitpun kesalahan, pdhal yg kerja semuanya manusia yg lemah gitu. Nah lho….. Tuhan bukannya gmau korban persembahan, tp klo korban persembahan tidak diberikan dgn kasih itu ga berkenan bagi Tuhan. Mari kita refleksikan Injil hari ini dlm kehidupan kita sebagai imago Dei. Apakah kita ud menjalankan kasih bagi Tuhan dan sesama? ^^
-
Archives
- June 2009 (4)
- May 2009 (25)
- November 2008 (3)
- October 2008 (9)
- September 2008 (4)
- August 2008 (24)
- July 2008 (48)
- June 2008 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
