Daily Mass ^^ by: RainAngelz
Ini sharing dr tmenku yg nicknya RainAngelz ttg mengikuti misa harian setiap hari. Silahkan dibaca guys. Moga2 bermanfaat. ^^
Awalnya se ikut misa pagi krn takut jauh2 dr Dia..
jadi mulailah gw bertekad untuk truz misa lg mumpung liburan kuliah dan mumpung ada waktu untuk perbaiki diri…maka dijalani lah misa pagi =D
pertamanya semangat begt berkobar2 (namany sedang bertekad, hehe.. ) tp stelah bbrp mgg ikut, lama2 jd kyk ketagihan =)
ad byk yg tercurah saat ikut misa pagi, dari sukacita mpe rahmat pengampunan pun ada dan misa pagi tiap hr itu jd melengkapi hari2 gw…
biarpun cape dan kdg ada saatnya msh ngantuk tp badan tetap berjuang bgn dan pergi misa pagi, hehe..
skr stelah sebln ikt misa truz tekadnya jd bertambah, skr biarpun terhalang kuliah akan tetap mencoba untuk mencari luang waktu untuk misa dimana pun yg sempet
hehehe…
boleh dicoba ikut misa pagi sekali2 untuk yg blm pernah dan coba
meresapi tiap kata yg ada dalam Ekaristi baik yg diucapkan oleh romo maupun qta sndr, hehe…GBUz ^^
Syarat mengikuti Dia
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
( Matius 16:24-28 )
Then Jesus said to his disciples, “Whoever wishes to come after me must deny himself, take up his cross, and follow me. For whoever wishes to save his life will lose it, but whoever loses his life for my sake will find it. What profit would there be for one to gain the whole world and forfeit his life? Or what can one give in exchange for his life? For the Son of Man will come with his angels in his Father’s glory, and then he will repay everyone according to his conduct. Amen, I say to you, there are some standing here who will not taste death until they see the Son of Man coming in his kingdom.”
( Matthew 16:24-28 )
Hari ini Gereja memperingati St. Dominikus. Bisa klik disini untuk lbh jelasnya. ^^
Injil hari ini menjelaskan mengenai syarat2 mengikuti Yesus. ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku…” Wuih, berat yach?? ^^’
Sama seperti Yesus yg ud menanggung salib dunia, kita sebagai pengikut-Nya diharuskan juga menanggung salib kita masing2 di dunia ini. Seringkali kita tidak mengerti arti salib itu sendiri, sehingga seringkali salib diidentifikasikan sebagai penderitaan. Memang ga bisa diblg salah, namun tdk semua salib adalah penderitaan. Ketika kita mau mengurangi hal2 duniawi yg menyenangkan dlm hidup kita itu juga termasuk penyangkalan diri dan menanggung salib. Salib itu sendiri ada 3 jenis diliat dr penyebabnya, yaitu salib krn kebodohan, salib dr org laen, dan salib dr Tuhan. 2 terakhir hrsnya dah biasa. Yg salib karena kebodohan tu contohnya ky org abs nyuri n dipenjara. Dia blgnya tu salib dia. Pdhal dia ga perlu mengalaminya klo ga nyuri. Ditmbh nyuri itu dilarang. Ckp bodoh khan? Hehehehe. Marilah kita belajar menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia dgn penuh syukur dan setia. ^^
St. Dominikus
Dominikus dilahirkan di Castile, Spanyol pada tahun 1170. Ia adalah putera keluarga Guzman. Ibundanya adalah Beata Yoana dari Aza. Ketika Dominikus berusia tujuh tahun, ia mulai bersekolah. Pamannya, seorang imam, membimbingnya dalam pelajaran. Setelah beberapa tahun lamanya belajar, Dominikus menjadi seorang imam juga. Ia hidup dengan tenang dalam doa dan ketaatan bersama para imam lainnya. Tetapi Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi Dominikus. Ia dipanggil untuk mendirikan suatu ordo religius yang baru. Ordo tersebut diberi nama Ordo Praedicatorum (OP = Ordo Para Pengkhotbah) atau “Ordo Santo Dominikus”, sesuai namanya.
Para imam Dominikan berkhotbah tentang iman. Mereka berusaha meluruskan kembali ajaran-ajaran sesat yang disebut bidaah. Semuanya itu bermula ketika Dominikus sedang dalam perjalanan melewati Perancis Selatan. Ia melihat bahwa bidaah Albigensia telah amat membahayakan orang banyak. Dominikus merasa berbelas kasihan kepada mereka yang bergabung dengan bidaah sesat tersebut. Ia berusaha menyelamatkan mereka. Para imam Dominikan pada akhirnya berhasil mengalahkan bidaah yang amat berbahaya tersebut dengan doa, teristimewa dengan Doa Rosario (baca juga Asal-usul Rosario). Dominikus juga mendorong umatnya untuk bersikap rendah hati dan melakukan silih. Suatu ketika seseorang bertanya kepada St Dominikus buku apakah yang ia pergunakan untuk mempersiapkan khotbah-khotbahnya yang mengagumkan itu. “Satu-satunya buku yang aku pergunakan adalah buku cinta,” katanya. Ia selalu berdoa agar dirinya dipenuhi cinta kasih kepada sesama. Dominikus mendesak para imam Dominikan untuk membaktikan diri pada pendalaman Kitab Suci dan doa. Tidak seorang pun pernah melakukannya lebih dari St. Dominikus dan para pengkhotbahnya dalam menyebarluaskan devosi Rosario yang indah.
St. Dominikus seorang pengkhotbah ulung, sementara St. Fransiskus dari Assisi seorang imam miskin yang rendah hati. Mereka berdua bersahabat erat. Kedua ordo mereka yaitu Dominikan dan Fransiskan membantu umat Kristiani hidup lebih kudus. Para imam Dominikan mendirikan biara-biara di Paris – Perancis, Madrid – Spanyol, Roma dan Bologna – Italia. Semasa hidupnya Dominikus juga melihat ordo yang didirikannya berkembang hingga ke Polandia, Skandinavia dan Palestina. Para imam Dominikan juga pergi ke Canterbury – London, dan Oxford di Inggris.
St. Dominikus wafat di Bologna pada tanggal 7 Agustus 1221. Sahabat dekatnya, Kardinal Ugolino dari Venisia kelak menjadi Paus Gregorius IX. Ia menyatakan Dominikus sebagai orang kudus pada tahun 1234.
Saat St. Dominikus ditanya buku apakah yang ia pergunakan untuk mempersiapkan khotbah-khotbahnya yang mengagumkan itu. Ia menjawab, “Satu-satunya buku yang aku gunakan adalah buku cinta.”
Injil Yesus Kristus adalah buku cinta.
-
Archives
- June 2009 (4)
- May 2009 (25)
- November 2008 (3)
- October 2008 (9)
- September 2008 (4)
- August 2008 (24)
- July 2008 (48)
- June 2008 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
