Pelaku firman
Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”
( Lukas 12:54-59 )
He also said to the crowds, “When you see (a) cloud rising in the west you say immediately that it is going to rain – and so it does; and when you notice that the wind is blowing from the south you say that it is going to be hot – and so it is. You hypocrites! You know how to interpret the appearance of the earth and the sky; why do you not know how to interpret the present time? “Why do you not judge for yourselves what is right? If you are to go with your opponent before a magistrate, make an effort to settle the matter on the way; otherwise your opponent will turn you over to the judge, and the judge hand you over to the constable, and the constable throw you into prison. I say to you, you will not be released until you have paid the last penny.”
( Luke 12:54-59 )
Injil hari ini mau mengajak kita untuk melihat bagaimana Yesus menegur org2 Farisi. Mereka mengerti alam, mengerti taurat, pilihan Allah; Tapi apa yg mereka lakukan tdk menggambarkan mereka mengerti taurat karena meskipun mengerti mereka tdk menjalankannya. Dalam hidup kita seringkali kita pun demikian. Kita mengerti firman Tuhan, namun ketika terasa berat untuk dilaksanakan kita mencoba menghindar. Bahkan kadang ketika ditegur, kita memberi beribu macam alasan. Maukah kita belajar menjadi pelaku firman dan bukan cuma pendengar firman? ^^
Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?” Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”
( Lukas 12:39-48 )
Be sure of this: if the master of the house had known the hour when the thief was coming, he would not have let his house be broken into. You also must be prepared, for at an hour you do not expect, the Son of Man will come.” Then Peter said, “Lord, is this parable meant for us or for everyone?” And the Lord replied, “Who, then, is the faithful and prudent steward whom the master will put in charge of his servants to distribute (the) food allowance at the proper time? Blessed is that servant whom his master on arrival finds doing so. Truly, I say to you, he will put him in charge of all his property. But if that servant says to himself, ‘My master is delayed in coming,’ and begins to beat the menservants and the maidservants, to eat and drink and get drunk, then that servant’s master will come on an unexpected day and at an unknown hour and will punish him severely and assign him a place with the unfaithful. That servant who knew his master’s will but did not make preparations nor act in accord with his will shall be beaten severely; and the servant who was ignorant of his master’s will but acted in a way deserving of a severe beating shall be beaten only lightly. Much will be required of the person entrusted with much, and still more will be demanded of the person entrusted with more.
( Luke 12:39-48 )
Melalui injil hari ini Yesus mengajak kita untuk berjaga-jaga dalam setiap kondisi. Karena akhir hidup kita datang tanpa diduga-duga. Dan ketika kita tidak siap, maka kita bisa2 ga dapet bagian dalam kerajaan-Nya. Seringkali dalam hidup kita menomor sekiankan Tuhan. Pelayanan? Cinta Tuhan? Kasih? Alkitab? Doa? Nanti saja tunggu ud tua. Skr saatnya cari duit. Saatnya senang2. Hal itu seringkali diungkapkan org2. Nah, Tuhan mau blg dlm injil ini kalo Dia tu dtg tb2. Bisa aj sebelum tua Dia dah jemput. Karena itu berjaga-jagalah selalu. Hidup kudus setiap waktu. Maukah kita? ^^
Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
( Lukas 10:1-9 )
After this the Lord appointed seventy-two others whom he sent ahead of him in pairs to every town and place he intended to visit. He said to them, “The harvest is abundant but the laborers are few; so ask the master of the harvest to send out laborers for his harvest. Go on your way; behold, I am sending you like lambs among wolves. Carry no money bag, no sack, no sandals; and greet no one along the way. Into whatever house you enter, first say, ‘Peace to this household.’ If a peaceful person lives there, your peace will rest on him; but if not, it will return to you. Stay in the same house and eat and drink what is offered to you, for the laborer deserves his payment. Do not move about from one house to another. Whatever town you enter and they welcome you, eat what is set before you, cure the sick in it and say to them, ‘The kingdom of God is at hand for you.’
( Luke 10:1-9 )
Hari ini Gereja memperingati pesta St. Lukas sang penginjil. Profilnya ada disini.
Injil hari ini mengajak kita melihat bagaimana murid-murid Yesus ketika itu diutus. ”…Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.” Gitu d ketika itu murid-murid Yesus diutus. Aku coba bahas satu2 ya. ^^
“…Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut…” Kenapa murid2 ga diksi bawa bekal dll? Hal ini dimaksudkan agar dalam pewartaan, para murid tdk terikat pada hal2 duniawi. Bner2 berserah kepada Tuhan. Seringkali dalam hidup kita kawatir akan berbagai hal. Melalui kata2 ini, Yesus ingin kita untuk bner2 percaya kepada Dia yg akan mencukupi kebutuhan kita.
“…janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan…” Waduh, kesannya sombong amet yax ga memberi salam? Hahaha. Hal ini dimaksudkan supaya tidak memakan waktu lama dalam mencapai tempat tujuan para murid-Nya itu. Klo salam ke semua org yg ditemui, malah kelamaan sblm sampe tempat tujuan.
“… Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.” Di bagian ini Yesusmengajar para murid-Nya untuk menawarkan damai dan kabar gembira. Jadi tidak dipaksa.
“…Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.” Di bagian ini Yesus mengajarkan murid2-Nya untuk setia dan menerima bagian yang patut mereka terima. Ini nyambung dr bagian pertama. Karena Tuhan akan mencukupi kebutuhan para pekerja-Nya. All we have to do is believe in Him.
“… Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu..” Di bagian terakhir ini Yesus mengajarkan para murid-Nya untuk memberikan bagian dari org sesuai dgn porsi mereka. Klo ada kota yg menerima kabar gembira itu, maka org2 itu mendapat bagian dari kabar gembira itu, yaitu karya Allah yg luar biasa. Penyembuhan dan tentunya hal2 lainnya yg tidak tertulis. ^^
Mau kah kita menjadi murid2-Nya yg siap diutus? ^^
St. Lukas penginjil
Menurut tradisi, Lukas adalah seorang dokter kafir. Ia seorang yang lembut serta baik hati, yang mengenal Kristus melalui pewartaan Rasul St. Paulus. Setelah menjadi seorang Kristen, ia pergi menyertai Paulus ke berbagai tempat. Lukas merupakan seorang penolong yang banyak membantu Rasul Paulus dalam mewartakan iman. Kitab Suci menyebut Lukas sebagai “tabib Lukas yang kekasih.”
St. Lukas adalah penulis dua buah kitab dalam Kitab Suci, yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Meskipun Lukas tidak pernah bertemu dengan Yesus semasa Ia hidup di dunia, Lukas ingin menulis tentang Dia bagi umat Kristiani yang baru bertobat. Jadi, ia berbicara dengan mereka-mereka yang mengenal Yesus. Ia mencatat semua perbuatan Yesus yang mereka lihat dan Sabda Yesus yang mereka dengar. Menurut tradisi, Lukas meemperoleh sebagian informasi penting dari Santa Perawan Maria sendiri. Bunda Maria merupakan orang yang tepat yang dapat menggambarkan secara jelas kedatangan Malaikat Gabriel kepadanya untuk menyampaikan Kabar Gembira. Bunda Maria-lah yang paling dapat menceritakan secara rinci kisah kelahiran Yesus di Betlehem serta pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir.
Lukas juga menuliskan kisah tentang bagaimana para rasul mulai mewartakan Sabda Yesus setelah Ia kembali ke surga. Dalam kitab tulisan Lukas, Kisah Para Rasul, kita mengetahui bagaimana Gereja mulai tumbuh dan berkembang.
St. Lukas adalah santo pelindung para dokter. Kita tidak tahu pasti bilamana atau di mana Lukas wafat. Ia merupakan salah seorang dari keempat penulis Injil.
Dari Injil Lukas kita mengenal cinta serta belas kasih Yesus. Luangkan sedikit waktu hari ini untuk membaca dengan khidmat sebagian dari Injil yang ia tulis.
Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit
Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
( Lukas 12:1-7 )
Meanwhile, so many people were crowding together that they were trampling one another underfoot. He began to speak, first to his disciples, “Beware of the leaven – that is, the hypocrisy – of the Pharisees. “There is nothing concealed that will not be revealed, nor secret that will not be known. Therefore whatever you have said in the darkness will be heard in the light, and what you have whispered behind closed doors will be proclaimed on the housetops. I tell you, my friends, do not be afraid of those who kill the body but after that can do no more. I shall show you whom to fear. Be afraid of the one who after killing has the power to cast into Gehenna; yes, I tell you, be afraid of that one. Are not five sparrows sold for two small coins? Yet not one of them has escaped the notice of God. Even the hairs of your head have all been counted. Do not be afraid. You are worth more than many sparrows.
( Luke 12:1-7 )
Hari ini Gereja memperingati hari St. Ignatius dari Antokhia. Untuk lebih jelasnya klik disini.
Injil hari ini mau memberitahu kita betapa Tuhan mengenal kita dan Dia selalu beserta kita dalam setiap hal yg kita telah, sedang, ataupun akan kita lakukan. Seringkali dalam hidup kita mencoba untuk struggle sendiri n ga ngandelin Tuhan. Seringkali kkita tanpa sadar mengabaikan Tuhan. Hari ini melalui injil-Nya Yesus ingin mengingatkan kita bahwa Dia selalu ada bersama kita. Dia tau setiap apa yg kita lakukan. Dosa seperti apapun yg kita lakukan, Dia tau semuanya. Seberapa menderitanya kita, Dia tau. Bagaimana sukacitanya kita pun Dia tau. Sekarang, maukah kita belajar untuk menyerahkan seuanya kepada Dia yg mengetahui diri kita lebih dari diri kita sendiri itu? Maukah kita berjalan bersama Dia dalam suka dan duka? ^^
St. Ignatius dari Antiokhia
Ignatius mungkin berasal dari Siria dan dilahirkan sekitar tahun 35 Masehi. Sebelum menjadi Kristen ia adalah seorang kafir dan diduga turut menganiaya orang Kristen. Menurut tradisi, Ignatius adalah uskup di Antiokhia, murid Rasul Yohanes. Karena kesalehannya dia diangkat menjadi uskup Antiokhia menggantikan Petrus sehingga ia menjadi uskup kedua, demikian menurut Origenes. Tetapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Ignatius adalah uskup yang ketiga, yaitu menggantikan Euodius. Pendapat lain lagi ialah, bahwa di Antiokhia terdapat dua orang uskup, yaitu Euodius yang diangkat oleh Petrus sebagai uskup atas orang Kristen asal Yahudi sedangkan Ignatius adalah uskup atas orang Kristen kafir dan diangkat oleh Paulus. Ignatius sendiri tidak mengungkapkannya dalam surat-suratnya. Riwayat kehidupannya dikenal hanya berkenaan dengan perjalanannya untuk menjadi martir di Roma. Dalam perjalanan tersebut Ignatius menulis beberapa surat.
Menurut tradisi, dikatakan bahwa pada masa pemerintahan Kaisar Trajanus, pada tahun yang ke-9, kaisar mengunjungi Antiokhia. Di Antiokhia kaisar mengancam orang-orang yang tidak mau mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa dengan hukuman mati. Dengan demikian Trajanus mengunjungi Antiokhia pada tahun 107. Ignatius mempertahankan imannya dan menolak untuk mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa. Ia menolak untuk menyangkal Kristus. Oleh karena itu, ia dijatuhi hukuman mati dengan dibuang ke dalam Koloseum di Roma. Dengan tangan yang terantai serta dikawal oleh sepuluh orang tentara ia digiring ke Roma. Perjalanannya melewati Seleucia, Smirna. Di Smirna Ignatius disambut dengan penuh hormat oleh Uskup Polykarpus dan sejumlah jemaat tetangganya mengunjungi Ignatius untuk meminta nasihat dan berkatnya. Dari Smirna ia berjalan ke Troas, Neapolis, Makedonia, Epirus dan kemudian menyeberang ke Roma. Dalam perjalanannya menuju ke Roma inilah ia menulis tujuh suratnya yang terkenal itu.
Surat-surat itu adalah:
1. Surat kepada Jemaat di Efesus,
2. Surat kepada Jemaat di Tralles,
3. Surat kepada Jemaat di Tralles,
4. Surat kepada Jemaat di Roma,
5. Surat kepada Jemaat Philadelphia,
6. Surat kepada Jemaat di Smirna, dan
7. Surat kepada Uskup Polykarpus di Smirna.
Menurut tradisi, Ignatius menjalani hukuman mati pada tanggal 20 Desember 107, dengan dibuang ke dalam kandang singa. Sisa-sisa tubuhnya di bawa kembali ke Antiokhia dan dikuburkan di sana.
Sebenarnya, perkunjungan Kaisar Trajanus tersebut menimbulkan keragu-raguan. Trajanus diduga tidak mengunjungi Antiokhia pada tahun tersebut, oleh karena Trajanus sedang terlibat peperangan dengan Persia. Jikalau demikian, boleh jadi Ignatius mengalami mati syahid di bawah perintah seorang gubernur Romawi. Demikianlah juga mengenai tempat Ignatius menjalani hukuman mati. Ada keraguan kalau hukuman itu dllaksanakan di Roma. Mereka menunjuk tempat lain, yaitu Efesus atau Antiokhia sendiri. Namun, suratnya kepada jemaat Roma menunjukkan bahwa Ignatius mati syahid di Roma sebab dalam suratnya ia meminta kepada orang Kristen di Roma jangan berupaya untuk membebaskannya dari hukuman mati sebagai syahid itu.
Dalam surat-suratnya terlihatlah bagaimana ajaran-ajaran Ignatius. Ia melihat bahwa mati sebagai syahid adalah kebajikan Kristen yang tertinggi. Demikianlah juga kehidupan selibat. Ia menyebut orang yang selibat sebagai mempelai dan permata Kristus. Dalam suratnya kepada Polikarpus ia mengatakan bahwa jikalau seseorang dapat tetap tinggal dalam kemurniaan daging untuk kemuliaan tubuh Kristus, biarlah ia tinggal sedemikian dan tanpa kesombongan.
Ekaristi dikatakannya sebagai obat ketidak-fanaan dan obat penawar maut. Sakramen merupakan saluran untuk menerima anugerah ilahi. Ignatius sangat menekankan persatuan antara orang percaya dengan Kristus sehingga suasana mistis mewarnai ajarannya.
Ajarannya pada umumnya berbau ortodoks. Ia melawan ajaran-ajaran sesat, seperti Dosetisme. Menurut dia, Yesus yang disalibkan adalah Allah yang menjadi manusia. Kristus sungguh lahir dari anak dara Maria dan mati di bawah pemerintahan Pontius Pilatus. Kematian Kristus adalah sumber kehidupan orang percaya.
Ignatius juga dipandang sebagai seorang pembela keesaan gereja. Uskup baginya adalah penjaga dan pembela keesaan gereja. Keesaan gereja itu didasarkannya kepada keesaan antara Allah dengan Yesus Kristus dan di dalam Ekaristi. Bahkan Ignatius menyamakan uskup dengan gereja dan gereja dengan uskup. Ia mengatakan antara lain sebagai berikut:
“Jauhilah perpecahan sebagai sumber kerusuhan. Hendaklah kalian
semuanya mengikuti uskup, sebagaimana Yesus Kristus mengikuti
Bapa; ikutilah pula kaum presbiter sebagaimana kalian ikuti para
rasul; hormatilah kaum diaken sebagaimana kalian akan mematuhi
Allah. Tak seorang pun hendaknya berbuat sesuatu yang berhubungan
dengan gereja tanpa izin uskup. Hendaknya kalian anggap sah
Ekaristi yang dilayankan oleh uskup atau oleh seseorang yang
dikuasakannya. Di tempat hadirnya uskup hendaklah jemaat
berkumpul, sebagaimana di tempat hadirnya Yesus Kristus, di situ
pula hadir Gereja Am. Tanpa pengawasan uskup, pembaptisan atau
perjamuan kasih tidak diizinkan. Sebaliknya, apa pun yang
disetujuinya adalah menyenangkan pula bagi Allah. Dengan demikian,
apapun yang kalian lakukan bakal selamat dan sah …. Baguslah
kita akui Allah dan uskup. Siapa yang menghormati uskup, dihormati
oleh Allah. Tetapi siapa pun bertindak tak setahu uskup, mengabdi
kepada iblis”(Surat kepada jemaat Smirna).
Bandung (29-30 September 2008) ^^
Hei guys. ^^
Wanna share about my experience at Bandung on 29-30 September 2008. ^^
Jadi sebelum liburan lebaran dimulai, aku dan Cynthia berencana untuk liburan ke Bandung bareng keluarga dia ( Keluargaku diajakin pada gmau
). So, kami menyusun berbagai planning hari2 sebelumnya ( sampe bawa berbagai jenis peta Bandung ;p ), karena aku sendiri baru pertama kli ke Bandung. So as her yang lom nah ke Bandung bagian2 Utara. ^^
Day 1:
Qt berangkat dari Bekasi jam 6 pagi lwt tol Cipularang. Tujuan pertama adalah kawah putih di daerah Soreang, Bandung Selatan. Perjalanan cukup lancar sesuai harapan. Perjalanan makan waktu cukup lama dikarenakan jaraknya yg cukup jauh. Bs dibilang cape sie krn makan waktu setengah hari untuk sampe ke kawah putih itu, tp paid off dgn keindahan dan suasana di kawah putih itu. Aga bau belerang sie, cm bgs pemandangannya. Di dalam kawah ada air belerang warna ijo n dikelilingi pepohonan. ^^
N watch out!! Di dket2 aer msi ada daratan yg lom kering, so ati2 kalo mendekati aer itu.
<<<<Korban kecemplung lumpur ;p
Setelah menikmati suasana disana, qt melanjutkan perjalanan ke Situ Patengan. Selama perjalanan qt melewati bentangan kebun teh. Terlihat sangat alami.
Suasana semakin terlihat alami saat mendung. ^^
Sesampai di Situ Patengan, seperti biasa foto2 dolo. Situ Patengan tu sebuah danau gt d. Menurut bhs Jawa, Situ artinya danau.
Jika kalian melihat secara detail, keliatan tu banyak kapal. Buat apa sich? Tentunya untuk muter2 di danau itu. Dan bs berkunjung ke salah satu pulau yg ada batu cintanya.
Nama yg cukup unik khan? Untuk lebih jelasnya bs dibaca di gambar diatas tu. Ada penjelasannya. ^^
Setelah dari danau itu, kita turun n ke tmpt makan yg namanya kampung stroberi. Sayangnya ga sempet poto2 tu. Cuma ada org yg pengen poto sama wayang merah yg sering muncul di tipi (lupa namanya). ^^’
Abs makan, kita ke kota Bandung untuk ke tempat penginapan yg namanya puri tomat. Letaknya di Dago atas. Dket hotel Jayakarta. Ga gde2 amet sie, tp mayan lah buat bo2 n mandi. Hahaha. Kira2 jam 4an sore dah mpe puri tomat itu n istirahat sejenak. Terus jam 6an aku na Cynthia turun ke pasar sebentar untuk beli bunga buat mami nya yg ultah besoknya. Kyaaaaaaaaa~ Ingin juga rasanya dirayakan di Bandung ;p
Malemnya qt pergi ke the Valley untuk melihat-lihat suasana nya yg katanya romantis. ^^
Perjalanan yg ckp menyeramkan krn cukup terjal untuk mencapai ksana. Parkir nya aj di tempat yg terjal juga….-_-a
Tapi emank ga salah sie ksana. Selaen suasana malem di Bandung yg cukup sejuk, tempat nya juga oke lho. Remang2 dan co cuit d. ;p
Jadi pengen ksana lagi, tp klo bs laen kli naek taxi dah. ;p
Hari pertama pun berakhir. ^^
Day 2 :
Bangun pagi kita sempet turun sebentar untuk beli oleh2 di toko amanda.
Penawar2 ulung. ;p
Dari sini kita ke tempat makan bernama sapu lidi. ARGH!!!!Betapa sulitnya mencari tempat ini. Dah keliling2 mpe brp jam gt. Akhirnya ditemukan juga. To be honest, quite unworthy…..Krn makanannya ckp mahal n tmptnya sulit dicari. Pemandangannya juga biasa2 aj. Tp toh stidaknya pnah dtg lah. ^^
Menemukan monet dsana. ;p
Dan org tampan yg sedang berpikir. ;p
Setelah dari sini, di sblahnya tu ada vihara yg gde bgt. So, sekalian mampir daripada cm ke sapu lidi doank. ^^
Hohoho. Gajah besar~
Abs tu qt lgsg ke Lembang buat ke lembah karmel. Jalanannya cukup membingungkan……Sampe kudu muter2 di jalanan yg sama, tp akirnya ktemu juga. Patokannya ada papan yg ksi tau n qt pada ga baca…>.<
Well, yg penting sampe dah. Pas bgt pada baru kelar misa. So, we take a look inside. ^^
Ada selamat datang di tmpt jalan salibnya. Keren lho jalan salibnya. Bukan pake picture lg, tp dah dibuat patung2 perhentian. Sampe ke perhentian terakhir dimana dibuat tempat Yesus dimakamkan.
Dsini dipersilahkan berdoa dulu sambil menghadap ke patung seperti di gambar. Cukup menyentuh hati dimana terlihat luka2 Yesus yg tergambar pada patung tsb……
Di bagian atas dr tmpt perhentian terakhir tu ada goa Maria.
Doa lagi dsana. Memohon doa2 dari sang Bunda. ^o^
After that, qt makan bentar di dpn Gereja. Jual sate kelinci. Pertama kli nya menikmati sate kelinci. Enak, tp klo ngebayangin kelincinya…..Ga tegaaaaaa……..T.T
N then qt melanjutkan perjalanan ke tangkuban perahu. Tentunya kalian dah tau dunk asal-usul ceritera gunung tangkuban perahu ini? Qt ke bagian atas kawah dari tangkuban ini. Bagus bgt pemandangannya!! ^^
Bagus bukan karya Allah qt? ^^
Trus qt ke bagian bawah kawah. Sempet tersesat di sekitar hutan2, namun akirnya ktemu juga tempatnya. Dsana ada sisa2 air panas dan belerang. Banyak orang pakein belerang ke kulit mereka. Katanya baik buat kulit. ^^
Dari situ, qt lgsg jalan pulang ke Jakarta lewat tol Padalarang. Sedikit saran……Kalo ga terpaxa, JANGAN LEWAT SITU. Ud jalanan kiri-kanan hutan, keluar-masuk kota2, gelap n ga ada lampu jalan (krn malem), dan yg pastinya JAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUH!! >.<
Qt tiba di Jakarta, ato lbh tepatnya Bekasi jam 9 mlm. Cape, tp sgt menyenangkan. Selain rekreasi untuk refreshing, qt jg bs melihat betapa agung karya Tuhan dalam menciptakan dunia ini. Wisata alam yg menyenangkan. ^^
Hukum Taurat dengan Kasih
Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.” Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.
( Lukas 11:42-46 )
Woe to you Pharisees! You pay tithes of mint and of rue and of every garden herb, but you pay no attention to judgment and to love for God. These you should have done, without overlooking the others. Woe to you Pharisees! You love the seat of honor in synagogues and greetings in marketplaces. Woe to you! You are like unseen graves over which people unknowingly walk.” Then one of the scholars of the law said to him in reply, “Teacher, by saying this you are insulting us too.” And he said, “Woe also to you scholars of the law! You impose on people burdens hard to carry, but you yourselves do not lift one finger to touch them.
( Luke 11:42-46 )
Huaaaa, sudah sangat lama aku terbuai oleh nikmatnya TIDUR!! Hahaha. Jadi ga ikut misa harian, maka terbengkalailah ni blog. Eniwei, i’m back. ^^
Hari ini Gereja memperingati St. Theresia dari Avila. Berikut profil St. Theresia dari Avila.
Injil hari ini Yesus mengecam orang2 Farisi dan ahli2 taurat. Mereka tahu dan menjalankan hukum taurat yg isinya ratusan, baik perintah maupun larangan. Namun mereka menjalankannya tanpa kasih. Disini Yesus mengajak kita untuk menjalankan kasih, tapi jgn salah sangka. Taurat juga harus dijalankan. “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Ayat ini mengajak kita untuk menjalankan keduanya secara selaras. Seringkali dalam hidup, kita melalaikan perintah Tuhan (hukum taurat) dgn kasih sebagai excuse. Ataupun seringkali kita menjalankan perintah Tuhan tanpa belas kasihan. MAri kita belajar menjalankan keduanya bersamaan, karena dasar dari perintah Allah sendiri adalah kasih, namun kasih bukan sebagai excuse tdk menjalankan perintah-Nya
St. Theresia dari Avila
Theresia dilahirkan di Avila, Spanyol, pada tanggal 28 Maret tahun 1515. Sebagai seorang gadis kecil di rumah keluarganya yang kaya, Theresia dan kakaknya: Rodrigo suka sekali membaca riwayat hidup para kudus dan para martir. Bagi mereka, tampaknya menjadi martir adalah cara mudah untuk dapat pergi ke surga. Oleh karena itu kedua anak tersebut secara diam-diam berencana untuk pergi ke tanah Moor. Sementara mereka menapaki jalan, mereka berdoa agar mereka boleh wafat bagi Kristus. Tetapi, mereka belumlah jauh dari rumah ketika mereka bertemu dengan paman mereka. Seketika itu juga sang paman membawa mereka pulang ke pelukan ibu mereka yang sudah teramat cemas. Kemudian, anak-anak itu bermaksud untuk menjadi pertapa di pekarangan rumah mereka. Rencana ini pun tidak berhasil juga. Mereka tidak dapat mengumpulkan cukup banyak batu untuk membangun gubug mereka. St. Teheresia sendirilah yang menuliskan kisah masa kecilnya yang menggelikan itu.
Namun demikian, ketika Theresia tumbuh menjadi seorang gadis remaja, ia berubah. Ia banyak membaca buku-buku novel dan kisah-kisah roman picisan hingga ia tidak punya banyak waktu lagi untuk berdoa. Ia lebih banyak memikirkan cara merias serta mendadani dirinya agar tampak cantik. Tetapi, setelah ia sembuh dari suatu penyakit parah, Theresia membaca sebuah buku tentang St. Hieronimus yang hebat. Pada saat itu juga, ia bertekad untuk menjadi pengantin Kristus. Ketika menjadi seorang biarawati, amatlah susah bagi Theresia untuk berdoa. Selain itu, kesehatannya pun buruk. Ia menghabiskan waktunya setiap hari dengan mengobrol tentang hal-hal yang remeh. Suatu hari, di hadapan lukisan Yesus, ia merasakan suatu kesedihan yang mendalam bahwa ia tidak lagi mencintai Tuhan. Sejak itu, ia mulai hidup hanya bagi Yesus saja, tidak peduli betapa pun besarnya pengorbanan yang harus dilakukannya.
Sebagai balas atas cintanya, Kristus memberikan kepada St. Theresia karunia untuk mendengar-Nya berbicara kepadanya. Ia juga mulai belajar berdoa dengan cara yang mengagumkan juga. St. Theresia dari Avila terkenal karena mendirikan biara-biara Karmelit yang baru. Biara-biara tersebut dipenuhi oleh para biarawati yang rindu untuk hidup kudus. Mereka banyak berkurban untuk Yesus. Theresia sendiri memberi teladan kepada mereka. Ia berdoa dengan cinta yang menyala-nyala dan bekerja keras melakukan tugas-tugas biara.
St. Theresia adalah seorang pemimpin besar dan seorang yang sungguh-sungguh mengasihi Yesus serta Gereja-Nya. Ia wafat pada tahun 1582 dan dinyatakan kudus oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622. Ia digelari Pujangga Gereja oleh Paus Paulus VI pada tahun 1970.
St. Theresia mengajarkan bahwa kita harus memiliki kepercayaan yang besar akan kasih penyelenggaraan Tuhan bagi kita. Ia menulis bahwa seseorang yang memiliki Tuhan, tidak kekurangan suatu apa pun; Tuhan saja sudah cukup.
-
Archives
- June 2009 (4)
- May 2009 (25)
- November 2008 (3)
- October 2008 (9)
- September 2008 (4)
- August 2008 (24)
- July 2008 (48)
- June 2008 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



















