Yanuar’s Blog

All about our greatest king and His greatness ^^

Kebangkitan

Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

(Markus 12:18-27)

Then come unto him the Sadducees, which say there is no resurrection; and they asked him, saying, Master, Moses wrote unto us, If a man’s brother die, and leave his wife behind him, and leave no children, that his brother should take his wife, and raise up seed unto his brother. Now there were seven brethren: and the first took a wife, and dying left no seed. And the second took her, and died, neither left he any seed: and the third likewise. And the seven had her, and left no seed: last of all the woman died also. In the resurrection therefore, when they shall rise, whose wife shall she be of them? for the seven had her to wife. And Jesus answering said unto them, Do ye not therefore err, because ye know not the scriptures, neither the power of God? For when they shall rise from the dead, they neither marry, nor are given in marriage; but are as the angels which are in heaven. And as touching the dead, that they rise: have ye not read in the book of Moses, how in the bush God spake unto him, saying, I am the God of Abraham, and the God of Isaac, and the God of Jacob? He is not the God of the dead, but the God of the living: ye therefore do greatly err.

(Mark 12:18-27)
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk merefleksikan mengenai kebangkitan dari kematian. Saat kebangkitan, hal-hal duniawi seperti perkawinan dan dan lain-lain tidak lagi diperhitungkan di dalamnya. kebangkitan dari kematian sendiri berarti meninggalkan (mati) hal yang duniawi dan menuju ke hidup yang baru melalui Kristus Yesus. Dan itu harus melewati tahap yang namanya kematian daging yang tidak dapat kita ketahui kapan waktunya. Sudah siapkah kita meninggalkan duniawi kita apabila kita dihadapkan pada kematian?

June 2, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Don’t Judge the Book by Its Cover

Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

(Markus 12:1-12)

And he began to speak unto them by parables. A certain man planted a vineyard, and set an hedge about it, and digged a place for the winefat, and built a tower, and let it out to husbandmen, and went into a far country. And at the season he sent to the husbandmen a servant, that he might receive from the husbandmen of the fruit of the vineyard. And they caught him, and beat him, and sent him away empty. And again he sent unto them another servant; and at him they cast stones, and wounded him in the head, and sent him away shamefully handled. And again he sent another; and him they killed, and many others; beating some, and killing some. Having yet therefore one son, his wellbeloved, he sent him also last unto them, saying, They will reverence my son. But those husbandmen said among themselves, This is the heir; come, let us kill him, and the inheritance shall be our’s. And they took him, and killed him, and cast him out of the vineyard. What shall therefore the lord of the vineyard do? he will come and destroy the husbandmen, and will give the vineyard unto others. And have ye not read this scripture; The stone which the builders rejected is become the head of the corner:This was the Lord’s doing, and it is marvellous in our eyes? And they sought to lay hold on him, but feared the people: for they knew that he had spoken the parable against them: and they left him, and went their way.And they send unto him certain of the Pharisees and of the Herodians, to catch him in his words.

(Mark 12:1-12)

Firman hari ini mengajak kita untuk melihat bagaimana karya Bapa dalam kehidupan Yahudi. Seperti yang kita tahu, bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih Allah sendiri sebagai umat kepunyaan-Nya. Yesus menggambarkannya sebagai penggarap-penggarap yang disewa sang pemilik kebun anggur. Para hamba yang dimaksudkan adalah para nabi dan Putera yang dimaksud adalah Yesus. Bagaimana mereka merasa memiliki kebun anggur itu sampai setiap orang yang dikirim, disiksa dan dibunuh. Yesus, Anak Allah pun tidak dipercaya. Mereka “menggambarkan” Mesias dengan gambaran mereka sendiri, yaitu anak bangsawan dengan kekuasaan yang tinggi. Sehingga ketika Yesus datang ke dunia dan menjadi anak tukang kayu, mereka tidak mau mengakui Dia sebagai Mesias. Seringkali kita pun berperilaku demikian. Meniali orang hanya dari penampilan luarnya saja. Maukah kita belajar untuk menghargai setiap orang bukan hanya dari penampilan luarnya saja?

June 1, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Mengasihi=Menggembalakan

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

(Yoh 21:15-19)

So when they had dined, Jesus saith to Simon Peter, Simon, son of Jonas, lovest thou me more than these? He saith unto him, Yea, Lord; thou knowest that I love thee. He saith unto him, Feed my lambs. He saith to him again the second time, Simon, son of Jonas, lovest thou me? He saith unto him, Yea, Lord; thou knowest that I love thee. He saith unto him, Feed my sheep. He saith unto him the third time, Simon, son of Jonas, lovest thou me? Peter was grieved because he said unto him the third time, Lovest thou me? And he said unto him, Lord, thou knowest all things; thou knowest that I love thee. Jesus saith unto him, Feed my sheep. Verily, verily, I say unto thee, When thou wast young, thou girdest thyself, and walkedst whither thou wouldest: but when thou shalt be old, thou shalt stretch forth thy hands, and another shall gird thee, and carry thee whither thou wouldest not. This spake he, signifying by what death he should glorify God. And when he had spoken this, he saith unto him, Follow me.

(John 21:15-19)

Firman hari ini mengajak kita merefleksikan kisah Petrus. tentunya kita tidak lupa bagaimana Petrus, sang batu karang yang keras pun pernah menyangkal Yesus. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus kembali bertemu Petrus dan menanyakan kepada Petrus apakah dia mengasihi Yesus sebanyak 3 kali. Dan Yesusmengatakan gembalakan domba”-Nya setiap kali Petrus mengatakan dia mengasihi Yesus. Dalam kehidupan, seringkali kita dengan lantang mengatakan kita mengasih Yesus,tetapi tidak jarang kita menolak untuk melayani Dia. Padahal, Yesus menghendak barangsiapa yang mengasihi Dia untuk menggembalakan domba”-Nya (pelayanan). Apakah kita mengasihi Yesus dan mau menjadi gembala bagi domba”-Nya?

May 29, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Dia mengutus-Ku

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

(Yoh 17:20-26)

Neither pray I for these alone, but for them also which shall believe on me through their word; That they all may be one; as thou, Father, art in me, and I in thee, that they also may be one in us: that the world may believe that thou hast sent me. And the glory which thou gavest me I have given them; that they may be one, even as we are one: I in them, and thou in me, that they may be made perfect in one; and that the world may know that thou hast sent me, and hast loved them, as thou hast loved me. Father, I will that they also, whom thou hast given me, be with me where I am; that they may behold my glory, which thou hast given me: for thou lovedst me before the foundation of the world. O righteous Father, the world hath not known thee: but I have known thee, and these have known that thou hast sent me. And I have declared unto them thy name, and will declare it: that the love wherewith thou hast loved me may be in them, and I in them.

(John 17:20-26)

Firman hari ini mengajak kita untuk merenungkan makna perutusan dari Bapa kepada kita melalui Yesus. Seperti Yesus mengutus kita di tengah dunia, demikian juga Bapa mengutus Yesus ke dalam dunia. Kita diutus bukan sendiri. Oleh karena itu, dalam menjalankan perutusan kita, kita harus bersatu. Tidak hanya bersatu dalam pewartaan, tetapi bersatu dalam kasih. Supaya dunia tahu bahwa kita diutus oleh Yesus, yang adalah satu dengan Bapa. maukah kita bersatu dalam mewartakan dan membagikan kasih?

May 27, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Kita diutus kepada dunia

Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

(Yoh 17:11b-19)

Holy Father, keep through thine own name those whom thou hast given me, that they may be one, as we are. While I was with them in the world, I kept them in thy name: those that thou gavest me I have kept, and none of them is lost, but the son of perdition; that the scripture might be fulfilled. And now come I to thee; and these things I speak in the world, that they might have my joy fulfilled in themselves. I have given them thy word; and the world hath hated them, because they are not of the world, even as I am not of the world. I pray not that thou shouldest take them out of the world, but that thou shouldest keep them from the evil. They are not of the world, even as I am not of the world. Sanctify them through thy truth: thy word is truth. As thou hast sent me into the world, even so have I also sent them into the world. And for their sakes I sanctify myself, that they also might be sanctified through the truth.

(John 17:11b-19)

Pernahkah teman2 mengalami berada di 1 grup yang orang2nya tidak bersahabat? Tentunya kita akan sulit untuk mengucapkan apapun. Begitu pula firman hari ini. Yesus mengatakan kita akan diutus ke dunia, padahal dunia membenci kita. Tapi Yesus juga berdoa supaya kita dijauhakn dari yang jahat. Maukah kita diutus ke tengah dunia dan menjadi alat kemuliaan-Nya?

May 27, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Doa bagi Pilihan Allah

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.

(Yoh 17:1-11a)

These words spake Jesus, and lifted up his eyes to heaven, and said, Father, the hour is come; glorify thy Son, that thy Son also may glorify thee: As thou hast given him power over all flesh, that he should give eternal life to as many as thou hast given him. And this is life eternal, that they might know thee the only true God, and Jesus Christ, whom thou hast sent. I have glorified thee on the earth: I have finished the work which thou gavest me to do. And now, O Father, glorify thou me with thine own self with the glory which I had with thee before the world was. I have manifested thy name unto the men which thou gavest me out of the world: thine they were, and thou gavest them me; and they have kept thy word. Now they have known that all things whatsoever thou hast given me are of thee. For I have given unto them the words which thou gavest me; and they have received them, and have known surely that I came out from thee, and they have believed that thou didst send me. I pray for them: I pray not for the world, but for them which thou hast given me; for they are thine. And all mine are thine, and thine are mine; and I am glorified in them. And now I am no more in the world, but these are in the world, and I come to thee.

(John 17:1-11a)

Melalui firman hari ini, Yesus berdoa bagi orang pilihan Allah yang disebut milik-Nya. Siapakah mereka itu? mreka adalah orang” yang mengenal Yesus, yang dinyatakan menjadi milik-Nya, yang percaya Yesus. Apakah kita salah satu dari mereka? Maukah kita percaya dan membiarkan Yesus ada di dalam kita?

May 26, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Dukacita menjadi sukacita

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.

(Yoh 16:20-23a)

Verily, verily, I say unto you, That ye shall weep and lament, but the world shall rejoice: and ye shall be sorrowful, but your sorrow shall be turned into joy. A woman when she is in travail hath sorrow, because her hour is come: but as soon as she is delivered of the child, she remembereth no more the anguish, for joy that a man is born into the world. And ye now therefore have sorrow: but I will see you again, and your heart shall rejoice, and your joy no man taketh from you. And in that day ye shall ask me nothing. Verily, verily, I say unto you

(John 16:20-23a)

Firman hari ini mengajak kita untuk merefleksikan apa yang terjadi dalam hidupku. Pastinya sering banget kita merasakan dukacita melalui permasalahan yang kita alami. Permasalahan dengan keluarga, teman, pacar, komunitas, tempat kerja, dsb. Tapi Yesus mau bilang kalau semua itu emank akan terjadi. Dan Dia menjanjikan sukacita abadai apabila kita terus bertekun dan setia dalam tempat kita diutus, yaitu di keluarga, tempat kerja, kampus, dsb itu. Maukah kita setia dalam tugas perutusan kita?

May 22, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Sang Pemberitahu Kebenaran

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

(Yoh 16:12-15)

I have yet many things to say unto you, but ye cannot bear them now. Howbeit when he, the Spirit of truth, is come, he will guide you into all truth: for he shall not speak of himself; but whatsoever he shall hear, that shall he speak: and he will shew you things to come. He shall glorify me: for he shall receive of mine, and shall shew it unto you. All things that the Father hath are mine: therefore said I, that he shall take of mine, and shall shew it unto you.

(John 16:12-15)

Firman hari ini kembali memberi kita informasi mengenai Roh Kudus. Dengan adanya Roh Kudus kita sanggup menanggung banyak hal, mengetahui kebenaran, mengetahui rancangan Bapa, memuliakan Yesus, dan sebagainya. Roh Kudus sudah kita terima dari sejak kita di baptis. Tetapi oleh karena Roh Kudus adalah roh yang lemah lembut, Ia tidak memaksa kita. Padahal seharusnya Roh Kudus ada dan memimpin hidup kita. Hanya saja kita seringkali egois dan mau menjalani hidup dengan kekuatan kita sendiri. maukah kita biarkan Roh Kudus memimpin hidup kita mulai dari sekarang?

May 20, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Pembimbing dari Bapa

tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

(Yoh 16:5-11)

But now I go my way to him that sent me; and none of you asketh me, Whither goest thou? But because I have said these things unto you, sorrow hath filled your heart. Nevertheless I tell you the truth; It is expedient for you that I go away: for if I go not away, the Comforter will not come unto you; but if I depart, I will send him unto you. And when he is come, he will reprove the world of sin, and of righteousness, and of judgment: Of sin, because they believe not on me; Of righteousness, because I go to my Father, and ye see me no more; Of judgment, because the prince of this world is judged.

(John 16:5-11)

Melalui firman hari ini Yesus mau memberitahu kita mengenai Sang Penghibur yang akan datang setelah Dia pergi ke Surga. Ya, Roh Kudus yang diutus Bapa kepada kita itulah Sang Penghibur. Roh Kudus membimbing kita mengenai dosa, kebenaran dan penghakiman di dalam hati kita. Namun Dai adalah penurut. Maukah kita menuruti keinginan Allah dalam Kristus Yesus melalui Roh Kudus?

May 19, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet

Penghibur yang diutus

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

(Yoh 15:26-16:4a)

But when the Comforter is come, whom I will send unto you from the Father, even the Spirit of truth, which proceedeth from the Father, he shall testify of me: And ye also shall bear witness, because ye have been with me from the beginning. These things have I spoken unto you, that ye should not be offended. They shall put you out of the synagogues: yea, the time cometh, that whosoever killeth you will think that he doeth God service. And these things will they do unto you, because they have not known the Father, nor me. But these things have I told you, that when the time shall come, ye may remember that I told you of them.

(John 14:26-16:4a)

Firman hari ini berbicara mengenai penghibur. Kenapa butuh penghibur? Karena Yesus sendiri menyatakan akan terjadi hal yang mengerikan dalam hidup kita saat kita mengikuti Dia. Banyak sekali para martir yang meninggal karena nama Yesus. tetapi mereka tidak takut karena mereka selalu dihibur sehingga tetap bersemangat memegang teguh iman mereka. Maukah kita menerima penghibur dan tetap bersemangat mewartakan nama-Nya?

May 18, 2009 Posted by Yanuar Handoso | Daily Bread | | No Comments Yet