Kebangkitan Kristus yang tertunda karena imlek

Imlek?? Tentunya kata ini sudah diketahui banyak orang. Ya, imlek adalah tahun baru Cina. Bagi etnis tionghua, imlek merupakan saat dimana keluarga berkumpul bersama untuk merayakan pergantian tahun (tanggalan Cina) dan bagi anak-anak saatnya “menjual kepalan” dan mendapatkan angpao yg berisi uang. Pernahkah anda tahu kalau Yesus pernah menunda kebangkitan-Nya untuk imlek? (Buat bagi angpao barangkali ;p)
Aku mengalaminya sekitar 2 tahun yang lalu (kalo ga salah inget). Saat dimana secara tanggalan liturgis diperingati sebagai hari kebangkitan Yesus malahan jadi misa imlek. Dan kebangkitan Yesus ditunda sehari (delay “pesawat” Bumi-surga). Pribadi, aku juga merayakan imlek bersama keluarga. aku tentunya cukup mengerti bahwa imlek adalah saat-saat dimana keluarga berkumpul bersama dan bersukacita bersama, namun bukan berarti kita menunda memperingati kebangkitan juru Selamat kita. Tanpa Kristus sendiri, imlek tidak akan pernah ada (secara pembentuk bumi adalah Tuhan sendiri).
Ketika diumumkan pada perayaan ekaristi hari Minggu sebelum imlek tersebut, jujur aku sangat kecewa sekali. Seakan-akan berkumpul bersama keluarga diutamakan daripada Kristus. Bukankah perayaan ekaristi hanya 2 jam? Bukankah kita bisa meninggalkan keluarga besar sejenak untuk ekaristi, ataupun mengajak keluarga untuk merayakan ekaristi bersama? Dan bukankah tema imlek bisa diangkat saat homili. sehingga hari kebangkitan Yesus tidak ditunda sehari? Keadaan ini memberikan “statement” secara tak langsung bahwa imlek didahulukan dari Tuhan…..
Gereja Katholik Roma dan Kebijakannya
Hi semuanya. Lama gak blogging. Hari ini aku buat 1 category lg. Kenapa?? Jelas pertanyaan ini muncul dlm diri temen2 yang udah sering baca blog ku. Ditambah dgn nama kategori nya yang cukup freakz. ^^
Setidaknya ada 2 hal yang melatar belakangi aku untuk menambah kategori ini. Yang pertama berkaitan dengan kegiatan SEP yang aku ikuti. Di dalam kelas itu ada yang namanya ajaran Gereja. Yang bawain seorang pastor. beliau menjelaskan mengenai “aturan main” Gereja di dalam masyarakat yang majemuk. Yang kedua adalah behaviour dari umat yang ada di Gereja itu sendiri.
Sebelum saya memulai, saya ingin meminta maaf terlebih dahulu apabila ada kata-kata yang mungkin tidak berkenan ataupun gaya bahasa yang cukup “tajam”. Saya hanya mengungkapkan apa yang saya rasakan. ^^
-
Archives
- June 2009 (4)
- May 2009 (25)
- November 2008 (3)
- October 2008 (9)
- September 2008 (4)
- August 2008 (24)
- July 2008 (48)
- June 2008 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS