Yanuar’s Blog

All about our greatest king and His greatness ^^

Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
( Matius 12:1-8 )

At that time Jesus was going through a field of grain on the sabbath. His disciples were hungry and began to pick the heads 2 of grain and eat them. When the Pharisees saw this, they said to him, “See, your disciples are doing what is unlawful to do on the sabbath.” He said to them, “Have you not read what David did when he and his companions were hungry, how he went into the house of God and ate the bread of offering, which neither he nor his companions but only the priests could lawfully eat? Or have you not read in the law that on the sabbath the priests serving in the temple violate the sabbath and are innocent? I say to you, something greater than the temple is here. If you knew what this meant, ‘I desire mercy, not sacrifice,’ you would not have condemned these innocent men. For the Son of Man is Lord of the sabbath.”

( Matthew 12:1-8 )

Injil hr ini mencoba mengajak kita untukbelajar bahwa Tuhan lebih menghargai bagaimana manusia lebih mengutamakan sesama dibandingkan dgn hukum, alias cinta kasih. Seringkali dalam hidup pelayanan kita, kita seringkali mementingkan hal2 yg teknis dan bersikap terlalu profesional. Sehingga kita seringkali meninggalkan aspek kasih itu sendiri. Tidak mentolerir sedikitpun kesalahan, pdhal yg kerja semuanya manusia yg lemah gitu. Nah lho….. Tuhan bukannya gmau korban persembahan, tp klo korban persembahan tidak diberikan dgn kasih itu ga berkenan bagi Tuhan. Mari kita refleksikan Injil hari ini dlm kehidupan kita sebagai imago Dei. Apakah kita ud menjalankan kasih bagi Tuhan dan sesama? ^^

July 18, 2008 - Posted by | Daily Bread

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: