Yanuar’s Blog

All about our greatest king and His greatness ^^

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya

Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”
(Matius 12:14-21)

But the Pharisees went out and took counsel against him to put him to death. When Jesus realized this, he withdrew from that place. Many (people) followed him, and he cured them all, but he warned them not to make him known. This was to fulfill what had been spoken through Isaiah the prophet: “Behold, my servant whom I have chosen, my beloved in whom I delight; I shall place my spirit upon him, and he will proclaim justice to the Gentiles. He will not contend or cry out, nor will anyone hear his voice in the streets. A bruised reed he will not break, a smoldering wick he will not quench, until he brings justice to victory. And in his name the Gentiles will hope.”

(Matthew 12:14-21)

Injil hari ini mau mengajak kita untuk belajar rendah hati seperti Yesus, sekaligus menunjukkan bahwa Yesus lah pengharapan sejati. ” Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya…” Suatu statement yg menyatakan pengharapan sangat besar. Biasanya bulu yg mulai terkulai tu dipatahin dan lilin yg sumbu nya cm menyalakan api yg redup2 tu dipadamkan. Dsini nabi Yesaya menyatakan Yesus adalah pengharapan yg sgt besar bagi bangsa Allah (Israel), yg kemudian berkembang menjadi pengharapan dunia. Walau begitu, Yesus tetep mau stay low. Bukan cuma karena dikejar org2 Farisi aja, tp Dia mau mengajarkan kepada kita kerendahan hati. Dan juga saat itu org2 Farisi memiliki “pangkat” yg lebih dari Yesus secara dunia. Karena itu Yesus menghargai mereka sebagai bagian dari ketaatan pada otoritas. Kalo mau, Yesus bs ngambil nyawa org2 Farisi itu. Ato Dia ckp mengajak org2 untuk revolt. Yesus saat itu ud dianggap Mesias oleh sebagian org. Bs nyembuhin, ngusir setan, dan mukjizat2 laennya. Mari kita belajar dari sikap Yesus yg tetep stay low dihadapan otoritas dan menjadi terang dunia (pengharapan). ^^

About these ads

July 19, 2008 - Posted by | Daily Bread

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: