Yanuar’s Blog

All about our greatest king and His greatness ^^

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
(Matius 13:1-9)

On that day, Jesus went out of the house and sat down by the sea. Such large crowds gathered around him that he got into a boat and sat down, and the whole crowd stood along the shore. And he spoke to them at length in parables, saying: “A sower went out to sow. And as he sowed, some seed fell on the path, and birds came and ate it up. Some fell on rocky ground, where it had little soil. It sprang up at once because the soil was not deep, and when the sun rose it was scorched, and it withered for lack of roots. Some seed fell among thorns, and the thorns grew up and choked it. But some seed fell on rich soil, and produced fruit, a hundred or sixty or thirtyfold. Whoever has ears ought to hear.”

(Matthew 13:1-9)

Injil hari ini menceriterakan mengenai perumpamaan penabur, namun karena penjelasannya ada di ayat berikutnya dan akan dibacakan besok jadinya ga dibahas skr. Tunggu tanggal mainnya ya~

Hari ini lebih ditekankan mengenai ayat yg terakhir.  “…Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Ayat ini mengajak kita untuk belajar mendengarkan. Seringkali dlm hidup kita, kita cuman mendengar dan bukan mendengarkan. Menurut penjabaran Romo Anton, mendengar itu masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Ga masuk ke jantung (heart ;p). Padahal seringkali Tuhan mau ngmg ato menjawab kita tu bisa lwt org2 yg kita anggap “bawel”. Misalnya org tua kita yg ga berhenti menasehati kita, ato istri bagi yg ud merid. Karena itu marilah kita belajar mendengarkan siapapun dan mencoba meresapi kata2 mereka, sehingga ketika Tuhan ngmg lwt mereka, kita noticed. ^^

July 23, 2008 - Posted by | Daily Bread

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: