Yanuar’s Blog

All about our greatest king and His greatness ^^

Kebenaran di balik tekanan

Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. JFB GIL
Baru Markus 6:21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. JFB GIL
Baru Markus 6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”, lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!” Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
(Markus 6:17-29)

Herod was the one who had John arrested and bound in prison on account of Herodias, the wife of his brother Philip, whom he had married. John had said to Herod, “It is not lawful for you to have your brother’s wife.” Herodias harbored a grudge against him and wanted to kill him but was unable to do so. Herod feared John, knowing him to be a righteous and holy man, and kept him in custody. When he heard him speak he was very much perplexed, yet he liked to listen to him. She had an opportunity one day when Herod, on his birthday, gave a banquet for his courtiers, his military officers, and the leading men of Galilee. Herodias’s own daughter came in and performed a dance that delighted Herod and his guests. The king said to the girl, “Ask of me whatever you wish and I will grant it to you.” He even swore (many things) to her, “I will grant you whatever you ask of me, even to half of my kingdom.” She went out and said to her mother, “What shall I ask for?” She replied, “The head of John the Baptist.” The girl hurried back to the king’s presence and made her request, “I want you to give me at once on a platter the head of John the Baptist.” The king was deeply distressed, but because of his oaths and the guests he did not wish to break his word to her. So he promptly dispatched an executioner with orders to bring back his head. He went off and beheaded him in the prison. He brought in the head on a platter and gave it to the girl. The girl in turn gave it to her mother. When his disciples heard about it, they came and took his body and laid it in a tomb.
(Mark 6:17-29)

Hari ini Gereja memperingati hari wafatnya Yohanes pembaptis. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca disini.

Injil hari ini kembali mau mengajak kita untuk melihat kisah hidup Yohanes pembaptis yang sampai akhir hayatnya tetap membela kebenaran. Bagaimana Yohanes yang tetep menentang pernikahan Herodes dan Herodian, meskipun maut menanti dia oleh karena rasa tidak senang dr Herodian. Sebaliknya, Herodes yang tahu akan kebenaran malah membuat dirinya bersalah oleh karena tekanan dari luar. Seringkali kita bersifat seperti Herodes yang tahu akan kebenaran, namun hanya disimpan di dalam hati saja. Dan ketika ada nya tekanan dari luar malah menyebabkan kita menyangkal kebenaran itu sendiri. Marilah kita belajar dari yhanes pembaptis yang mau membela kebenaran meskipun sengsara. ^^

August 29, 2008 - Posted by | Daily Bread

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: