Yanuar’s Blog

All about our greatest king and His greatness ^^

Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
( Lukas 10:1-9 )

After this the Lord appointed seventy-two others whom he sent ahead of him in pairs to every town and place he intended to visit. He said to them, “The harvest is abundant but the laborers are few; so ask the master of the harvest to send out laborers for his harvest. Go on your way; behold, I am sending you like lambs among wolves. Carry no money bag, no sack, no sandals; and greet no one along the way. Into whatever house you enter, first say, ‘Peace to this household.’ If a peaceful person lives there, your peace will rest on him; but if not, it will return to you. Stay in the same house and eat and drink what is offered to you, for the laborer deserves his payment. Do not move about from one house to another. Whatever town you enter and they welcome you, eat what is set before you, cure the sick in it and say to them, ‘The kingdom of God is at hand for you.’

( Luke 10:1-9 )

Hari ini Gereja memperingati pesta St. Lukas sang penginjil. Profilnya ada disini.

Injil hari ini mengajak kita melihat bagaimana murid-murid Yesus ketika itu diutus.  “…Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.” Gitu d ketika itu murid-murid Yesus diutus. Aku coba bahas satu2 ya. ^^

“…Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut…” Kenapa murid2 ga diksi bawa bekal dll? Hal ini dimaksudkan agar dalam pewartaan, para murid tdk terikat pada hal2 duniawi. Bner2 berserah kepada Tuhan. Seringkali dalam hidup kita kawatir akan berbagai hal. Melalui kata2 ini, Yesus ingin kita untuk bner2 percaya kepada Dia yg akan mencukupi kebutuhan kita.

“…janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan…” Waduh, kesannya sombong amet yax ga memberi salam? Hahaha. Hal ini dimaksudkan supaya tidak memakan waktu lama dalam mencapai tempat tujuan para murid-Nya itu. Klo salam ke semua org yg ditemui, malah kelamaan sblm sampe tempat tujuan.

“… Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.” Di bagian ini Yesusmengajar para murid-Nya untuk menawarkan damai dan kabar gembira. Jadi tidak dipaksa.

“…Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.” Di bagian ini Yesus mengajarkan murid2-Nya untuk setia dan menerima bagian yang patut mereka terima. Ini nyambung dr bagian pertama. Karena Tuhan akan mencukupi kebutuhan para pekerja-Nya. All we have to do is believe in Him.

“… Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu..” Di bagian terakhir ini Yesus mengajarkan para murid-Nya untuk memberikan bagian dari org sesuai dgn porsi mereka. Klo ada kota yg menerima kabar gembira itu, maka org2 itu mendapat bagian dari kabar gembira itu, yaitu karya Allah yg luar biasa. Penyembuhan dan tentunya hal2 lainnya yg tidak tertulis. ^^

Mau kah kita menjadi murid2-Nya yg siap diutus? ^^

October 18, 2008 - Posted by | Daily Bread

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: