Yanuar’s Blog

All about our greatest king and His greatness ^^

Don’t Judge the Book by Its Cover

Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

(Markus 12:1-12)

And he began to speak unto them by parables. A certain man planted a vineyard, and set an hedge about it, and digged a place for the winefat, and built a tower, and let it out to husbandmen, and went into a far country. And at the season he sent to the husbandmen a servant, that he might receive from the husbandmen of the fruit of the vineyard. And they caught him, and beat him, and sent him away empty. And again he sent unto them another servant; and at him they cast stones, and wounded him in the head, and sent him away shamefully handled. And again he sent another; and him they killed, and many others; beating some, and killing some. Having yet therefore one son, his wellbeloved, he sent him also last unto them, saying, They will reverence my son. But those husbandmen said among themselves, This is the heir; come, let us kill him, and the inheritance shall be our’s. And they took him, and killed him, and cast him out of the vineyard. What shall therefore the lord of the vineyard do? he will come and destroy the husbandmen, and will give the vineyard unto others. And have ye not read this scripture; The stone which the builders rejected is become the head of the corner:This was the Lord’s doing, and it is marvellous in our eyes? And they sought to lay hold on him, but feared the people: for they knew that he had spoken the parable against them: and they left him, and went their way.And they send unto him certain of the Pharisees and of the Herodians, to catch him in his words.

(Mark 12:1-12)

Firman hari ini mengajak kita untuk melihat bagaimana karya Bapa dalam kehidupan Yahudi. Seperti yang kita tahu, bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih Allah sendiri sebagai umat kepunyaan-Nya. Yesus menggambarkannya sebagai penggarap-penggarap yang disewa sang pemilik kebun anggur. Para hamba yang dimaksudkan adalah para nabi dan Putera yang dimaksud adalah Yesus. Bagaimana mereka merasa memiliki kebun anggur itu sampai setiap orang yang dikirim, disiksa dan dibunuh. Yesus, Anak Allah pun tidak dipercaya. Mereka “menggambarkan” Mesias dengan gambaran mereka sendiri, yaitu anak bangsawan dengan kekuasaan yang tinggi. Sehingga ketika Yesus datang ke dunia dan menjadi anak tukang kayu, mereka tidak mau mengakui Dia sebagai Mesias. Seringkali kita pun berperilaku demikian. Meniali orang hanya dari penampilan luarnya saja. Maukah kita belajar untuk menghargai setiap orang bukan hanya dari penampilan luarnya saja?

June 1, 2009 - Posted by | Daily Bread

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: